Kegiatan Ngabumbang, Mengobati Rasa Rindu Pada Sang Guru Silambawiqri

Almarhum Almaghfur KH.Drs.Achmad Fathoni Karim Bin H Madkarim / Pendiri Silambawiqri & Fathurrobbaaniy

Rangkasbitung.bejaswnews.comPada malam 12 Rabiul awwal tahun ini terasa berbeda dengan tahun sebelumnya. Suasana Ngabungbang yang begitu khusyu dihadiri oleh para anggota Silambawiqri dari berbagai wilayah khususnya dari Banten. Bahkan ngabungbang kali ini dipimpin langsung oleh ketua umum perguruan Silambawiqri, Kyai Upen Ruspendi. 
Acara yang berlangsung di Makam Guru Besar sekaligus Pendiri Silambawiqri yaitu Alm, KH. Ahmad Fatoni Karim dimulai dengan do'a dan dzikir bersama. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kisah-kisah perjalanan Guru Besar dalam mendirikan dan memimpin perguruan. Para anggota pun dapat berjumpa dan bercengkrama mengingat masa-masa berlatih dahulu bersama sang guru. Kegiatan ini juga sekaligus mengobati rasa rindu sang murid kepada sosok Guru Besar Silambawiqri. 

Sekjen DPP Perguruan Silambawiqri Kang iyan Hayani dalam sambutan acara ngabungbang di Makam Guru Besar Silambawiqri di Rangkasbitung Lebak Banten  menyampaikan " Kegiatan Ngabungbang ini rutin diadakan oleh DPP Perguruan Silambawiqri pada tiap tahun tepatnya di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, adapun maksud dan tujuannya adalah " Menolak lupa pada akar perjuangan. Menghormati jasa Guru Besar Silambawiqri yang telah mengajarkan kami arti perlindungan sejati, kekuatan tenaga dalam yang berpadu dengan kelembutan akhlak. Di dalam setiap langkah pendekar Silambawiqri mengalir doa dan didikan tulus sang guru besar, maka dari itu mari kita Bmbersama sama menjaga marwah Paguron Silambawiqri. Ujar Iyan 

Acara kegiatan ngabumbang pada tahun ini dihadiri juga oleh Ketua Umum DPP Perguruan Silambawiqri dan para Ketua Pelaksana, Ketua Harian, serta Pengurus DPP Perguruan Silambawiqri. Ditambahkan sambutan kegiatan ngabungbang oleh Ketua Umum KH. Upen Ruspendi. S.Pd.,M.M.Pd mengatakan " Sesuai dengan pesan Guru Besar dahulu bahwa setiap anggota Silambawiqri diharapkan dapat berkumpul minimal pada 12 Rabiul Awal sebagai hari lahir perguruan Silambawiqri. Dan tak lupa bahwa 12 Rabiul awwal juga sebagai pengingat lahirnya seorang teladan umat yakni Rasulullah Muhammad SAW. "Semoga kebersamaan dan kekeluargaan para anggota senantiasa terjalin dan terjaga", ujar kyai Upen. 

Beliau juga menambahkan " Ngabungbang ini kita jadikan momentum untuk selalu Mengingat Jasa Sang Guru Besar Perguruan Silambawiqri. Di bawah bimbingan dan ketulusan Alm. KH. Drs. Achmad Fathoni Kr, M.Ag., kita dibentuk menjadi pesilat yang tidak hanya tangguh di gelanggang, tetapi juga tunduk di hadapan Sang Pencipta. Terima kasih Guru Besar atas setiap aurod, doa, bimbingan fisik, dan spiritual yang telah engkau tiupkan ke dalam jiwa kami. Al-Fatihah..." tutup Kiayi Upen.

Red.bejaswnews.com / Media SWBanten News Indonesia : Jurnalis - Iyan Hayani  (Sekjen DPP Perguruan Silambawiqri)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama