INDRAMAYU.Media SWBanten News Indonesia (SNI ) : Langit malam Indramayu yang biasanya sepi, berubah khusyuk. Ratusan santri berbaur dengan warga sekitar memenuhi halaman Pondok Tahfidz Putri I'anatul Mubtadiin Dukuh, Indramayu. Mereka datang bukan untuk pengajian biasa, melainkan untuk satu tujuan: memohon hujan. Sabtu [02/08/2026]
Dalam suasana penuh haru, Pondok Pesantren I'anatul Mubtadiin menggelar Istighosah Umum Tolak Bala* sebagai ikhtiar spiritual menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi melanda tahun 2026.
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB itu dipadati jamaah. Alunan istighosah, membelah sunyinya malam.
Jadikan Agenda Rutin Setiap Awal Bulan
Pengasuh Ponpes I'anatul Mubtadiin, KH. Maksudi Marfu' dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa istighosah ini bukan kegiatan seremonial.
"Kegiatan ini perlu kita adakan setiap Minggu awal bulan. Ke depan kita jadikan agenda rutin satu bulan sekali," tegas beliau di hadapan para santri dan warga.
Menurut Kiai Maksudi, tujuan istighosah bukan hanya untuk menolak bala bencana kekeringan. "Ini bukan sekadar tolak bala. Istighosah ini punya banyak faedah dan manfaat. Menjernihkan hati, menguatkan ukhuwah antara santri dan masyarakat, serta mengingatkan kita bahwa segala sesuatu kuncinya ada di tangan Allah," lanjutnya.
Ikhtiar Langit di Tengah Tanah yang Mulai Retak. Kegiatan ini lahir dari keresahan bersama. Para petani di sekitar Dukuh mulai khawatir. Sumur mulai surut dan sawah menunjukkan tanda-tanda kekeringan.
"Kami di pesantren tidak bisa hanya diam. Selain ikhtiar lahir menjaga air, ikhtiar batin lewat doa bersama ini wajib kita lakukan. Santri dan warga harus bersatu," tambah KH. Maksudi.
Hadir dalam acara tersebut, pengurus pesantren, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari desa sekitar. Kebersamaan terlihat saat semua jamaah, dari anak-anak hingga orang tua, sama-sama menadahkan tangan memanjatkan doa.
Dengan ditetapkannya istighosah sebagai agenda rutin bulanan, Ponpes I'anatul Mubtadiin berharap dapat menjadi pelopor gerakan spiritual masyarakat Indramayu dalam menghadapi perubahan iklim.
"Semoga dengan istiqomah berdoa, Allah segera menurunkan hujan yang membawa berkah untuk Indramayu," pungkas Kiai Maksudi menutup tausiyahnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.
Redaksi.bejaswnews.com - Jurnalis : Nafa Supriyana S.Sos

.jpeg)