BANDUNG.BEJASWNEWS.COM — Kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu dan pasien anak yang sedang menjalani pengobatan terus diwujudkan melalui kegiatan sosial yang dilaksanakan secara rutin oleh Yayasan Islam Az-Zahra Swarna Dwipa bersama Komunitas Sosial Dakwah Ikhtiar Tanpa Henti (IKHTAH).
Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan kepedulian dan pendampingan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Program yang dijalankan tidak hanya berupa santunan bagi anak-anak yatim dan piatu, tetapi juga mencakup pengelolaan Rumah Singgah Pasien Anak-Anak, sebagai tempat singgah dan pendampingan bagi pasien anak beserta orang tua atau pendampingnya selama menjalani proses pengobatan di Kota Bandung.
Dalam pelaksanaannya, Yayasan Islam Az-Zahra Swarna Dwipa berkolaborasi dengan Komunitas IKHTAH.
Pengelolaan program tersebut dilakukan secara bersama-sama dan diketuai oleh Kang Yayan_SaHhaTe, yang turut menggerakkan para relawan dan masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan manfaat bagi sesama.
Kegiatan santunan menjadi salah satu agenda penting dalam program tersebut. Selain memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk berbagi kebahagiaan, memberikan perhatian, serta menumbuhkan rasa kasih sayang kepada anak-anak yatim dan piatu.
Semangat berbagi tersebut sejalan dengan pesan Rasulullah SAW tentang keutamaan menyayangi dan memperhatikan anak yatim.
“ _Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini,”
kemudian beliau ï·º mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan sedikit keduanya.
(HR. Bukhari)_
Hadis tersebut menjadi salah satu pengingat bahwa kepedulian kepada anak yatim bukan sekadar memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, perhatian dan kepedulian dalam kehidupan mereka.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkala ini, Yayasan Islam Az-Zahra Swarna Dwipa dan IKHTAH berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk mengambil bagian dalam gerakan sosial kemanusiaan.
“Berbagi bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa besar kepedulian yang mampu kita berikan kepada mereka yang membutuhkan.”
Keberadaan Rumah Singgah juga diharapkan dapat terus menjadi tempat yang memberikan rasa nyaman bagi pasien anak dan keluarga yang sedang berjuang menjalani proses pengobatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara yayasan, komunitas, relawan, dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas. Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, kepedulian diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Redaksi.bejaswnews.com - Jurnalis Yopi Burnama