JPO Cicaheum Di Bongkar Arus Lalu Lintas dari Arah Ujungberung Sementara Di Alihkan & Dari Arah Surapati Pemberlakuan Buka Tutup


Bandung, bejaswnews.com : Dinas Perhubungan Kota Bandung, memastikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Terminal Cicaheum resmi dibongkar. Hal itu dikarenakan kondisinya sudah tidak layak dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Tak hanya itu, pembongkaran tersebut dilakukan guna menjadi bagian dari penataan kawasan untuk mendukung pengembangan layanan Bus Rapid Transit (BRT).

Pantauan Media bejaswnews.com di lokasi proses pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung, berlangsung pada Jumat malam (26/6/2026) sampai dengan pukul 03.00 WIB dinihari atau Sabtu 27 Juni 2026.

Sejumlah petugas gabungan dari Dishub Kota Baandung, Satpol PP, Polisi, dan beberapaa Ormas Mitra Pemerintah Kota Bandung seperti SW Banten, Libas Banten,  Pagar, Pemuda Pancasila dan ormas lainnya ikut hadir untuk membantu  monitoring pelaksanaan pembongkaran JPO Cicaheum.

Selama pelaksanaan pembongkaran JPO, untuk mengatur arus lalu lintas dari arah ujungberungg menuju terminal cicaheum pihak kepolisian mengalihkan laju kendaraan ke belakang terminal cicaheum, dsn sebaliknya dari arah cicadas dan suci diberlakukan buka tutup.


Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan, Pembongkaran dilakukan setelah seluruh proses administrasi, penilaian aset hingga penjualan langsung material rampung.

Tak hanya itu, Pembongkaran JPO tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan Terminal Cicaheum sekaligus mendukung pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) yang akan dibangun di lokasi tersebut.

“Seluruh proses administrasi sudah selesai, termasuk appraisal atau penilaian aset. Nilai taksirannya sudah dihitung, proses penjualan langsung juga telah selesai, sehingga malam ini pembongkaran bisa dilaksanakan," ujarnya.

lebih lanjut dirinya menjelaskan, Selain faktor administrasi, pihaknya menilai, JPO tersebut akan menghambat pembangunan depo BRT. Struktur jembatan juga mengganggu ruang manuver bus listrik yanh lebih besar.

"Hasil dari appraisal nantinya akan disetorkan ke kas daerah Pemerintah Kota Bandung," katanya.

Lebih lanjut dirinya, menegaskan, setelah JPO dibongkar, pemerintah tidak berencana membangun jembatan penyeberangan baru di lokasi tersebut.

"Untuk saat ini belum ada rencana pembangunan JPO baru. Jika dibangun kembali, ruang manuver kendaraan BRT akan terganggu. Kalaupun nantinya akan dibangun, terlebih dahulu harus dilakukan kajian karena pembangunan JPO memiliki banyak persyaratan teknis,” bebernya. 

“Sebagai penggantinya, setelah JPO dibongkar kami akan membuat fasilitas penyeberangan berupa zebra cross. Median jalan akan dibuka pada titik tertentu agar masyarakat dapat menyeberang dengan aman menggunakan zebra cross tersebut,” tandasnya.

Jurnalis bejaswnews.com - K.Salim & Septian M. Nugraha

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama